::Sorry Under Construction..We'll be back to you Soon ::
ADVerTisement Available (Contact : andik.kurniawan@ymail.com)
Latest News
Tampilkan postingan dengan label Artikel kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel kita. Tampilkan semua postingan

Are You Happy With Your Life (and Your Job) Now ? (Posted by Bhima)

Posted by Andik on Kamis, Juni 26, 2008 , under | komentar (0)



This is a such a nice article and so inspiring for ours. Hopefully, this is could conduce our new spirit to face this life (or job). Hm, enjoy this!! -Bhima-
Hidup pada akhirnya memang selalu penuh dengan tikungan. Ada kalanya kita berada pada parade keberhasilan yang membuat kita mabuk dalam ekstase keriangan. Ada pula saat ketika kita terpeleset, terpelanting dan terpuruk dalam segores duka. Toh dalam lingkaran jatuh dan bangun itu, hidup harus terus dijalankan. Kita terus berproses dan bertumbuh "menjadi manusia". Becoming a true person, demikian Erich Fromm pernah berujar dalam risalahnya yang terkenal itu, On Being Human.
Namun mungkin ada kalanya kita perlu berhenti sejenak, mengambil rehat, dan melakukan kontemplasi. Sekarang tataplah screen (layar) laptop atau komputer Anda. Lihatlah screen yang ada di depan Anda ini sebagai sebuah cermin…..lalu bayangkanlah, kira-kira lima tahun dari sekarang, potret apa yang tergambar dalam layar di depan Anda ini.

Apakah yang tergambar dalam bayangan itu adalah figur Anda sebagai seorang saudagar sukses dengan omzet bisnis ratusan juta per bulan, dengan sebuah apartemen indah di Dharmawangsa Residence? Atau yang muncul adalah gambaran Anda sebagai seorang manajer sukses bergaji 30 juta perbulan, dengan sebuah SUV nongkrong di garasi rumah? Atau yang justru tergambar di layar adalah gambaran Anda sebagai seorang guru mengaji di sebuah surau kecil di kampung halaman Anda, nun jauh disana, di sebuah kampung dimana segenap ambisi materi dan duniawi menjadi lenyap, karena disitu yang ada hanyalah "keheningan, kedamaian dan kebersahajaan"?

Saya tak tahu. Sungguh saya tak tahu apa yang dalam imajinasi Anda tentang masa depan hidup yang ingin Anda ukir. Namun apapun pilihan hidup masa depan Anda, barangkali tetap tersisa satu hal yang layak dicatat : pilihan itu sebaiknyalah didasari oleh passion Anda. Ya, passion. Atau gairah yang membuncah. Atau rajutan tekad yang menghujam di hati.

Life is too short my friends, and you know what, setelah itu kita semua akan mati. Sebab itu, mungkin yang tersisa adalah sejumput kesia-sian jika sepanjang hidup, kita hanya melakoni pekerjaan yang full of bullshit. Dan bukan menekuni pekerjaan yang menjadi passion kita, tempat dimana kita bisa mereguk secangkir kebahagiaan sejati…… Tempat dimana kita selalu tak sabar menunggu hari esok tiba – karena setiap hari selalu dihiasi oleh "the beauty of meaningful work and life". Jadi adakah hidup dan pekerjaan yang Anda lakoni sekarang sudah benar-benar menjadi passion Anda? Adakah Anda telah menemukan secercah embun kebahagiaan dalam segenap hidup dan pekerjaan Anda?

Lalu, setelah passion, barangkali ada dua elemen kunci yang juga layak di-stabilo : persistensi dan determinasi. Kalaulah Anda sudah menemukan tujuan hidup dan pekerjaan yang menjadi passion Anda, maka kejarlah impian Anda dengan persisten : dengan kegigihan, dengan keuletan dan dengan ketekunan. Kita tahu, banyak orang membentur kisah kegagalan bukan karena mereka bodoh atau tak punya bakat. Bukan itu. Mereka gagal karena menyerah di tengah jalan. Quit. Berhenti dan tak mau meneruskan lagi upayanya dengan gigih.

Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan. Namun bukan berarti ini mesti membuat kita berhenti dan menyerah kalah. Orang bijak belajar dari kesalahan dan kegagalan yang mereka lakukan, dan kemudian berproses untuk kembali menemukan jalur pencapaian tujuan hidup mereka. Ditengah tantangan yang terus mengerang dan jalan kehidupan yang terjal penuh tikungan, mereka terus menderapkan kaki : sebab mereka percaya pada akhirnya, cahaya keberhasilan itu pelan-pelan bisa dinyalakan. Mereka terus berjuang dengan persisten. Dengan penuh passion. "And we'll keep on fighting till the end……", begitu paman Freddy "Queen" Mercury pernah berdendang.

Setelah passion dan persistensi, maka elemen terakhir yang juga harus dipeluk erat adalah ini : determinasi. Atau komitmen yang menggumpal. Atau dedikasi yang terus mengalir. Atau selalu fokus pada satu tujuan akhir yang jelas. Orang yang punya determinasi selalu percaya bahwa they create their own destiny (tentu dengan restu dari Yang Diatas). Mereka selalu percaya bahwa merekalah yang paling bertanggungjawab untuk merajut masa depan dan nasib hidup mereka sendiri. Bukan orang lain.

Orang yang memiliki determinasi karenanya, tak pernah mau menyalahkan orang atau pihak lain manakala dihadang oleh segumpal tantangan hidup. Mereka lebih suka selalu menelisik akar masalah dan lalu mencoba mengukir solusi untuk menghadapi tantangan yang menghadang. Mereka juga enggan mengeluh ketika dihantam oleh berderet problem kehidupan dan beban pekerjaan yang kian menggurita. Sebab mereka percaya, mengeluh hanyalah layak untuk para pecundang. Dan sungguh, mereka tak pernah mau disebut sebagai para pecundang.

Itulah tiga elemen – yakni passion, persistensi dan determinasi – yang mungkin mesti kita dekap dengan penuh kesungguhan kala kita ingin merengkuh jejak kebahagiaan dalam sejarah hidup kita yang amat pendek ini. Yang pertama, temukan passion, kegairahan sejati dalam jejak hidup yang ingin Anda tapaki. Lalu, bergeraklah, bergeraklah dengan penuh persistensi. Dengan spirit kegigihan yang terus berpendar. Kemudian jalani itu semua dengan nyala determinasi yang menggumpal.

Selamat berjuang, kawan !! Selamat berjuang merengkuh kebahagian hakiki dalam hidup dan pekerjaan Anda. Salam, doa dan peluk hangat dari saya untuk keberhasilan Anda semua….
<Origin ditulis oleh Yodhie Antariksa, seorang praktisi dalam bidang manajemen dan strategi bisnis visit Strategi Manajemen>

Panduan Karier (by Mocha) -2-

Posted by Andik on Selasa, Juni 24, 2008 , under | komentar (0)



Pilihan Berkarier
Franz Dirgantoro – Jobstreet.com


Berkarier termasuk proyek yang sangat penting dalam kehidupan pribadi kita.Karena itu, karier perlu dikelola dengan baik mulai dari perencanaannya sampai ke sistem kontrolnya. Banyak buku dan seminar mengajak kita untuk menjadi pengusaha dan tidak sedikit juga yang menganjurkan menjadi karyawan. Pilihan-pilihan yang kita ambil tentu saja tidak lepas dari minat dan bakat kita masing-masing.

Secara umum terdapat empat pilihan untuk berkarier yaitu menjadi entrepreanur, generalis, spesialis dan manajerial. Keempat pilihan ini tidak ada yang lebih penting atau kurang penting atau yang memperoleh pendapatan yang lebih besar satu sama lainnya. Sebagai contoh, seorang engineer yang sangat pandai dapat mempunyai pendapatan yang lebih besar dibanding dengan seorang manajer atau direktur. Artinya, seorang yang memilih jalur spesialis bisa saja mempunyai pendapatan lebih besar dibanding dengan seorang yang memilih jalur manajerial. Banyak dari kita berpendapat bahwa seorang manajer atau direktur akan memiliki pendapatan yang lebih besar tetapi kenyataannya juga tidak benar.


Ada juga yang berpendapat bahwa menjadi pengusaha atau entrepreanur akan lebih kaya dibanding karyawan. Hal ini juga tidak sepenuhnya benar, karena tidak sedikit karyawan yang mempunyai pendapatan yang sangat besar. Menjadi karyawan baik itu spesialis, generalis atau atau pun manajerial merupakan profesi yang patut disyukuri dan dibanggakan juga seperti halnya menjadi sastrawan, seniman, pengusaha, atau pun atlet. Dalam hal ini yang laing penting adalah kita menjadi yang terbaik di profesi kita masing-masing. Menjadi atlet yang selalu juara, seniman yang lukisan dihargai mahal, pengusaha yang terus memberikan profit untuk perusahaan atau pun profesi lainnya yang menjadikan kita terbaik atau langka merupakan visi dari proyek berkarier kita. Selamat mencoba!
::admin:: posted by Mocha (emofanz@yahoo.com); great Job Brother Mocha !! u've very contributed to our blog. Salam Sukses::admin::

Panduan Karier (by Mocha) -1-

Posted by Andik on , under | komentar (0)



Strategi Memilih Perusahaan oleh Franz Dirgantoro-Jobstreet.com
Panduan Karier


Dalam Keadaan dimana Pencari kerja jauh lebih banyak dibanding perusahaan yang sedang mencari kerja, diperlukan strategi khusus supaya pencari kerja atau para professional yang sedang ingin pindah kerja lebih efisien dalam bersaing dengan pelamar - pelamar lain. Sebelum kita melamar pekerjaan, tentu saja yang paling utama adalah kita harus mengetahui situasi (diri, pesaing, faktor lingkungan) dalam menentukan strategi pemilihan perusahaan yang akan dilamar. Biasanya pencari kerja cenderung mengikuti pasar yang sedang ramai. Pada saat industri Bank sedang naik daun, berbondong bondong orang melamar ke Bank, Industri Minyak menawarkan gaji yang tinggi semua berkonsentrasi ke sana. Sun Tzu yang dikenal sebagai ahli strategi asal Tiongkok, menyatakan bahwa dalam menyusun strategi memilih medan pertempuran perlu diperhatikan tiga hal, Pertama, Bidang yang memiliki keunggulan yang menonjol.

Kedua adalah bidang yagn diabaikan oleh musuh dan Ketiga adalah sifat sifat dari pertempuran. Musuh disini Bisa diartikan pesaing – pesaing kita dan medan pertempuran adalah perusahaan, tempat kerja kita, situasi, iklim dari perusahaan. Atau medan juga diartikan bidang kerja. Setelah mengetahui diri kita, pesaing dan faktor lingkungan lainnya, mulailah menetapkan sasaran dengan cara memilih perusahaan yang sesuai. Anggap saja kita memiliki kelebihan kelebihan yang menonjol seperti indeks prestasi yang baik, IQ dan EQ yang tinggi, jurusan yang sesuai, pengalaman kerja dan asal perusahaan yang kredibel maka pencari kerja yang seperti ini akan mudah masuk ke perusahaan yang sedang naik daun. Sedangkan bagi yang tidak memiliki bidang kompetensi yang menonjol akan sia – sia melamar perusahaan yang berkategori "Bintang 5". Jadi Yang paling Utama adalah "Pilih Perusahaan dan Bidang yang sesuai dengan kemampuan", Dimanapun kita bekerja, bekerjalah seoptimal mungkin, sehingga kita bisa menjadi bintang dan selalu dibutuhkan Perusahaan.
::admin:: diposting via email oleh sodara mocha (emofanz@yahoo.com) ::admin::

Belajar dari sang ahli

Posted by imam syafii blog's on Rabu, Mei 14, 2008 , under | komentar (2)



Hidup berawal dari mimpi…………..
Salam kenal………

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh……
Akhirnya bisa juga saya mengisi kolom posting di blognya mas ma mbak2q ne TI angkatan ’03 actually, sebelumnya sepurane ingkang katah (please forgive for disturbing your community). Perkenalkan saya Imam Syafii Yus Syaviudin adekmu angkatan ’06. Beberapa minggu yang lalu saya mengunjungi forum ini, artikel maupun informasi yang disajikan oks banget. Kemudian saya kirim email ke emailnya moderator, maz Andik. Saya Tanya gimana caranya saya dapat berpartisi unutk mengirim posting ke blog ini (maklum masih katrok maz!!!) anak baru kemaren sore. Eh ternyata, langsung dapat balasan dari maz Andik, singkatnya diberitahu caranya untuk mengisi posting di blog ini. Tapi saya masih bingung cara untuk mengisinya. Bener-bener ilmunya saya belum dapat!. Alhamdulillah berkat kebaikan hati Mr. Andik saya langsung diprivat caranya mengisi postingan disini. Mulai dari masuk situs blog ini lewat email saya, kemudian buat account saya diblog ini (lebih baik anda memiliki account gmail, karena menurut sang ahli (maz Andik) lebih mudah, selanjutnya login, nah langsung ja deh masuk n bisa langsung nulis )Thanx b4 yo maz, aq dapat ilmu gratizzzz!!! Semoga ilmunya bermanfaat.
Dimulai dari informasi yang saya dapatkan dari mas-mas kalo TIP angkatan 2003 punya blog (wah gaya tok!!!), bahkan termasuk salah satu blog terbaik di Indonesia kategori akademisnya. Dalam hati saya sangat bangga dengan keberadaan forum ini, karena merupakan salah satu jembatan bagi komunitas the titaners pada umumnya untuk terus menjalin hubungan silaturrahimnya-nya agar tidak putus after graduate. Menu yang disajikan pun cukup bervariasi terutama menu lowongan pekerjaan. Meskipun ada menu special lain yang tak kalah deliciousnya.
Dikesempatan ini saya akan mulai dengan menampilkan seri 18 Rahasia Sukses Antony Robbins. Kalau saya menyebut nama Anthony Robbins, sebagian besar rekan milis pasti sudah cukup familiar mendengar kisah suksesnya.

Beliau dijuluki Pembicara termahal di dunia, karena sekali bicara Tony bisa dibayar $1 juta dolar lebih. Juga banyak sekali orang mengalami perubahan hidup yang cukup drastis setelah menghadiri seminarnya. Dimana Anthony Robbins mengadakan seminar disanalah orang berebut tempat hanya untuk mendengarkan pesan dan kisahnya.
Salam buat rekan-rekan graduate Anthony Robbins Malaysia, Singapore dan juga Melbeurne, Sidney Australia. Dan juga Salam juga buat rekan-rekan Graduate AR Digital di Jakarta November 2005 dan Maret 2006 yang lalu yang dipandu oleh Pak Tung DW bersama Team Trainer AR. Beruntunglah anda yang sempat merasakan kehebohan Anthony Robbins.
Sebuah pertanyaan yang sempat membuat saya penasaran adalah: Apa yang membuat dia begitu sukses luar biasa? Dan apa rahasia suksesnya sehingga seminarnya dicari dan ditunggu-tunggu banyak orang? Ada banyak orang sukses setelah memodel gaya Anthony Robbins. Beberapa diantaranya Brad Sugars (Pembicara terbaik dari Australia), Adam Khoo (pembicara muda dari Singapore) dan di Indonesia salah satunya Tung Desem Waringin.
Saya ingin berbagi kepada rekan milis, tentang 18 Rahasia Sukses Anthony Robbins menjadi Pembicara terbaik dunia. Tulisan ini sangat bagus bagi siapa saja yang ingin sukses berbicara di depan public, termasuk para calon trainer dan motivator muda. Tulisan ini saya sarikan dari Michael Jeffreys dalam tulisannya “Success Secrets of Motivational Superstars”. Dimana Michael Jeffreys mengupas sisi keberhasilan Anthony Robbins dalam mempersiapkan seminarnya. Dan bagaimana cara Anthony Robbins membawakan seminarnya sebagai seorang pelatih dan pembicara publik. Marilah kita membuka hati dan pikiran jernih, agar kita memetik manfaat dari sisi terbaik Anthony Robbins.
Rahasia #1: Melibatkan audien dalam presentasi secepat mungkin
Karena setiap peserta seminar datang dengan masih membawa motivasi masing-masing. Mereka mungkin masih belum begitu familiar dengan seminar yang mereka ikuti, juga belum tentu merasa nyaman dengan orang-orang baru dalam satu ruangan. Dengan melibatkan mereka segera, dan membuat mereka merasa nyaman akan menghilangkan kekuatiran dan kecemasan mereka. Sehingga membuat mereka ’feel at home’. Di saat mereka sudah merasa nyaman dan ’good feeling’ mudah bagi mereka untuk diajak tersenyum, gembira atau bahkan bermain sekalipun. Singkat kata: Semakin cepat mereka terlibat dengan apa yang bawakan pembicara, semakin cepat mereka lupa tentang diri mereka dan mereka akan memberi perhatian lebih kepada pembicara.
Apa yang membuat seminar Anthony Robbins begitu spesial? Saya masih ingat betul ketika menghadiri seminar Anthony Robbins ”Unleash The Power Within” di tahun 2004 di Singapore. Seminar AR diawali dengan suasana fun dan menyenangkan. Para peserta dengan jumlah tidak kurang dari 5000 orang sudah menunggu di depan pintu. Ketika pintu dibuka, semua orang dari berbagai macam background memasuki ruangan. Pemimpin event bersama Crew AR dengan diiringi musik yang penuh semangat menyambut setiap peserta yang menyerbu masuk ruangan. Semua peserta diajak bernyanyi dan melakukan gerakan mengikuti alunan musik. Saya sendiri awalnya juga kaget dengan suasana gembira dan riuh seperti itu, perasaan saya berubah menjadi larut gembira, tertawa sambil bergoyang bersama peserta yang lain. Dan tiba-tiba energi di dalam ruangan telah mencapai tingkat tertinggi. Lalu nampak lampu disorotkan ke belakang ruangan gedung, muncullah sosok Anthony Robbins sambil berlari melambaikan tangan menuju panggung acara. Gemuruh audiens oleh tepuk tangan dan suara menyambut kedatangan AR. Dengan senyum yang lebar AR menyapa audien ”Okay, anda di sini, saya di sini dan kita semua adalah orang-orang terbaik”. Melihat pribadi AR menunjukkan dia begitu percaya diri, penuh power energi.
Ketika musik pembukaan berhenti, AR merentangkan tangannya, seperti sayap burung elang dan diikuti audien meneriakkan ”woooooo..... . yesss”. Lalu AR berteriak ”jika anda happy di sini, katakan ”yes”, ”Luar biasa, Sekarang saya ingin anda memperkenalkan diri anda ke 4-5 orang disekitar tempat duduk anda, go...” . Dalam Seminar Anthony Robbins digital di Jakarta, Pak Tung menyebutnya Guncang Bumi yang bisa membuat kita penuh semangat dan energi.
Selama 1 jam pertama, Tony membawa audien seperti layaknya seorang pemimpin konser orkestra. Menit pertama dia mulai dengan sebuah cerita hidupnya dan membuat ekspresi wajah gembira yang menyebabkan audien tertawa histeris. Dan di menit berikutnya dia merendahkan nada suaranya seperti suara dan gaya anak-anak begitu menyentuh emosi audien. Lalu beberapa menit kemudian, dengan penuh perasaan, ia memukul dadanya dengan gerakan ”power move” untuk memberi kekuatan pada pesan yang baru saja disampaikan. Dengan wajah lucu dan menggembirakan ia menaikkan/menurunka n nada suaranya.Tony menyentuh audiens dengan nada suara, gaya funny, tanda ekspresi, gerak tubuh, dan semangat tinggi. Jika anda belum pernah menghadiri seminar Anthony Robbins, itu seperti naik roller coaster.
Ini adalah gaya khas AR dalam membuka seminar dengan penuh fun dan menggembirakan. AR telah membuat audien tertawa dan gembira. Menurut AR ini adalah awal state yang bagus untuk mulai masuk dalam seminar. Dan AR akan terus membuat audien-nya selalu dalam state yang bagus selama seminarnya berlangsung.

KHARISMA ANTHONY ROBBINS
Respon audien kepada Anthony Robbins bisa diibaratkan seperti fans (penggembar) musik rock konser dari pada sebagai seorang pembicara seminar. Karena AR lebih sering ’Show a force” dengan menunjukkan penuh kharisma dan energi yang berlebih. Tanpa ragu-ragu AR bisa membawakan seminar tak ubahnya seperti seorang bintang. Tidak heran jika teman saya satu perjalanan, Yoseph, sebenarnya sudah pernah datang seminar AR tahun sebelumnya di Malaysia, masih mau ikut lagi di Singapore sebagai peserta. Bahkan teman baik saya di Surabaya yaitu Vincent Indra Galih, ternyata sudah ikut sejak tahun 2002 di Singapore, lalu menjadi crew dengan biaya sendiri di Malaysia tahun 2003 dan masih mau ikut lagi bersama saya sebagai peserta di Singapore. Dia bercerita bahwa dia selalu memperoleh banyak hal baru setiap dia mengikuti seminar AR. Padahal biaya untuk ikut seminar boleh dikatakan tidak murah minimal uang 15-20 juta harus dikeluarkan. Ada juga Pak Teguh Kinarto (dulu ketua REI Jatim,
sekarang pengurus pusat REI di Jakarta) berangkat bersama keluarga total 7 orang, istiri, beserta anak-anaknya) .
Dan ternyata bukan hanya teman saya saja yang rela mengeluarkan biaya dan waktu demi mendengarkan AR dalam seminarnya, namun ada banyak orang-orang juga dari Indonesia maupun dari negara-negara lain hadir di sana lebih dari satu kali. Ini menunjukkan kharisma Anthony Robbins yang luar biasa. AR pandai meninggalkan kesan yang mendalam bagi semua pesertanya.
Saat seminar AR digital diadakan di Jakarta, saya dan juga banyak sekali rekan-rekan graduate AR tidak mau ketinggalan berpartisipasi sebagai Crew Anthony Robbins.

RINGKASAN
Supaya Rekan milis tidak penasaran tentang kelanjutan tulisan ini, saya berikan ringkasan 18 Rahasia Sukses Anthony Robbins dibawah ini:

Rahasia #1: Melibatkan audien dalam presentasi secepat mungkin

Rahasia #2: Komitmen Untuk Memberi Audien Lebih dari Yang Mereka harapkan

Rahasia #3: Secara konstan upgrade materi anda untuk memastikan bahwa anda memberikan informasi yang terbaik kepada audien anda

Rahasia #4: Jangan mengingat / menghafalkan materi dan pembicaraan anda, tapi jadilah ’produk’ dari materi anda

Rahasia #5: Lakukan hubungan dengan audien anda melalui beberapa cara seperti humor, kisah hidup, cerita, body language dll.

Rahasia #6: Ingatlah bahwa apa yang anda jual (sampaikan) bukan hanya kata-kata tapi perasaan dan emosi

Rahasia #7: Jika anda ingin berbicara dengan perasaan, anda harus menjadi penuh emosi tentang topik anda

Rahasia #8: Gunakan tubuh anda untuk mendukung apa yang anda sampaikan

Rahasia #9: Gunakan nada suara untuk menciptakan variasi emosi melalui presentasi anda

Rahasia #10: Humor adalah pelumas yang membantu pesan anda lebih lembut

Rahasia #11: Pastikan bahwa anda telah melakukan segala upaya yang bisa anda perbuat untuk membuat topik anda menjadi relevan dan bermanfaat bagi audien anda

Rahasia #12: Beri audien anda contoh yang spesifik/jelas konsekuensi apa yang terjadi jika mereka tidak segera ’take action’ terhadap pesan anda. Mengikuti pesan anda akan memberi mereka manfaat nyata yang akan mereka terima jika mereka melakukan apa yang anda sampaikan.

Rahasia #13: Cara yang paling efektif untuk mengilustrasikan pesan anda adalah melalui kekuatan sebuah cerita

Rahasia #14: Anda tidak harus menjadi sempurna dalam berbicara. Pesan atau cerita yang penuh emosi dan energy yang akan selalu diingat oleh audien anda

Rahasia #15: Jalan untuk menjadi pembicara terbaik adalah berbicaralah sesering mungkin, sesering anda bisa

Rahasia #16: Seluruh hidup anda berubah di saat anda mengambil keputusan dalam hidup anda

Rahasia #17: Buatlah impian, goal dan apa yang anda inginkan dalam bentuk tertulis

Rahasia #18: Kunci untuk mencapai goal anda adalah anda membuat sesuatu menjadi ”harus”, dan ”buatlah diri anda tidak bisa hidup tanpa goal anda”

Asia: sebuah kekuatan baru by Andik

Posted by Andik on Kamis, April 03, 2008 , under | komentar (0)



Saya sengaja posting dengan model opini biar blog kita kaya wacana, heheh! Roger Cohen dalam Herald tribune menyatakan kurang lebihnya begini "dunia itu tidak ada yang selalu dalam kondisi statis, equilibrium, saat ini amerika sedang mengalami krisis hebat. Dan cepat atau lambat akan muncul kekuatan baru". Dan saya baru tersadar dengan realita dunia saat ini, ibarat katak dalam tempurung saya terkungkung dalam sebuah atap seng tanpa bisa keluar tanpa bisa mengerti apa yang terjadi di dunia saat ini. Atap seng ini adalah rutinitas. (Saran saya: jauhi rutinitas, itu akan mematikan otak anda perlahan).
Men! dunia sedang bergejolak, anda dengar perusahaan India mengakuisisi dua merk terkenal otomotif, Land Rover dan Jaguar!! anda jangan hanya tepuk tangan dan bersorak sorai (seperti saya) tapi pikirkan bagaimana bisa negara seperti India yang "terlihat" sama miskin dengan Indonesia mampu membeli dua merk tersohor itu!apa yang terjadi?!


"this is the end of white domination", yap!ini adalah akhir dari dominasi bangsa barat terhadap kulit berwarna (Asia). Anda akan merinding melihat bagaimana culture dan antusiasme pelajar dalam memburu sukses di Asia. Di China perusahaan merka meroket dan mendulang keuntungan. Dengan tingka pertumbuhan 8-10% per tahun adalah tingkat yang tidak dicapai oleh bangsa barat saat ini. Shanghai, Tokyo menjadi kota perdagangan tersibuk di Dunia, New York seperti ada di dunia ketiga! kira-kira seperti ini penjelasan dari Roger Cohen lebih jauh.
Bagaimana dengan India? India menjelma menjadi negara industri dalam 2dasawarsa terakhir. Saat Indonesia girang dengan swasembada beras (bukan PANGAN!!) tahun 85an (bertahan cuma dua tahun), India sudah mengekspor mobil, truk dan bis untuk dipakai di Afrika. Inilah yang membuat industri otomotif mereka meroket saat ini.
Poin yang ingin saya dengungkan keteman-teman adalah bahwa mari kita bersiap-siap mengikuti jejak INdia, Jepang dan China!siap kan diri teman-teman (terutama diri penulis). Bukan tidak mungkin dalam 10 tahun yang akan datang hegemoni Amerika akan berakhir dan ASIA yang menggantikan.
Mungkin terlihat agak diawang-awang ya teman...

sebenarnya gak koq!kalu Amrik kandas maka pangsa pasar terbesar adalah ASIa dan jelas china, INdia Jepang dan lain-lain bakal merangsek masuk berebut pasar ASIA!! so ?!ngerti kan ...
Jadi gak usa keder ma ekspatriat kalau dia cerdas dan suka baca koran dia malah kudunya salut ma ras berwarna, karena kita berpotensi sekali lagi kita berpotensi menjadi ras yang mendominasi!!salam reformasi
CARPE DIEM ...seize the day my friend !!!

Kapankah FTP Punya Gedung Bagus?

Posted by Ikatan Alumni TIP 2003 on Senin, Februari 18, 2008 , under | komentar (0)



Sabtu malam, tanggal 16 Februari 2008, saya bersama seorang kawan, Atika bertandang ke Fakultas Kedokteran Unibraw. Tujuan kami untuk meliput acara peresmian Gedung Pusat Kedokteran setinggi 7 lantai yang mulai dibangun pada 2006 silam. Berdasarkan penuturan dekan FK, dr Samsul Islam, pembangunan gedung ini menelan dana mencapai sekitar 17,5 miliar yang diambil dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Terbagi atas dua tahap dimana tahap pertama berupa pembangunan struktur dengan desain antigempa pada periode 16 September – 29 Desember 2006. Sedangkan, tahap kedua berupa finishing selama 180 hari, antara 21 Juni – 19 Desember 2007. Dengan luas total 10.346,7 m2 menjadikan gedung FK ini sebagai gedung termewah dan tercanggih di antara yang lainnya.


Seusai acara pembukaan yang ditandai penandatanganan prasasti oleh Rektor Unibraw, Prof Dr Ir Yogi Sugito beserta dekan FK, dr Samsul Islam serta pengguntingan pita oleh Ibu Eny Sugito, para hadirin dipersilakan untuk meninjau ruangan di gedung tersebut. Para rombongan lalu menyaksikan ruangan demi ruangan setiap lantainya. Dimulai dari lantai enam, tersedia ruang auditorium, ruang komite, ruang seminar, hingga ruang tunggu persiapan. Dinding seluruh ruangan ini dilapisi papan khusus yang mampu berfungsi sebagai peredam suara. Di lantai lima, terdapat ruang para pimpinan. Mulai dari dekan, pembantu dekan, ketua program studi, administrasi umum, staff, serta roof garden. Yang menarik, desain untuk ruangan dekan dan para pembantu dekan dibuat berbeda. Semuanya tampak sangat mewah dan luks. Seperti menonton griya unik di acara televisi. Ruang dekan cukup lapang dengan fasilitas menunjang. Ruang pembantu dekan satu berwarna hijau pupus, ruang PD II berwarna merah marun, sedangkan ruang PD III berwarna ungu anggrek. Tata letak maupun pemilihan warna dilakukan cermat, sedetail mungkin. Tentu saja untuk menyegarkan mata serta memberikan efek nyaman, serasa di rumah sendiri. Selain itu, ruang administrasi juga cukup cantik. Para rombongan tak henti-hentinya berdecak kagum. Ada yang menyeletuk, “Kalau kaya gini, jadi betah di kantor terus. Emoh pulang..” Saya tersenyum, mengiyakan. Bagi yang penasaran, silakan dilihat gambar-gambarnya.

Lanjut, di lantai empat, terdapat ruang kelas, ruang administrasi, lobby serta ruang tunggu. Desainnya standar tapi tetap berkesan elegan. Di lantai dua maupun tiga, hampir serupa. Terdapat ruang PBL (Problem Based Learning), ruang administrasi, ruang perlengkapan, serta ruang tunggu. Yang terakhir, lantai pertama terdapat ruang laboratorium bahasa Inggris, ruang komputer, kantin, musholla, UKM serta kamar mandi. Gedung ini juga dilengkapi fasilitas pendukung, seperti sistem penginderaan kebakaran berupa fire alarm yang sempat disimulasikan pada awal rombongan masuk meninjau gedung, transportasi vertikal, plumbing yang terdiri atas instalasi listrik, air, serta sampah, sistem informasi manajemen yang mengelola data terpusat, hotspot, televisi, dan telepon. Tak cukup lagi? Ada pula penangkal petir elektrostatik yang mampu menetralisir muatan listrik sehingga petir gagal menyambar dalam radius 200 m2.

Bagaimana? Cukup wah dan keren, bukan? Saya tak habis-habisnya mengagumi keindahan masing-masing ruangan. Terutama ruangan para pimpinan tersebut, dekan dan pembantu dekan yang so exciting... Jadi mengiri. Apakah nanti ruang kantorku juga akan seperti itu? Hm, I hope so.. Usai peninjauan seluruh rombongan berikut hadirin dipersilakan untuk ramah tamah alias makan bersama. Selanjutnya, menyaksikan pertunjukan wayang kulit dengan dalang sebanyak tiga orang yang beraksi berbarengan. Semuanya dari Kedokteran sendiri. Acara ini bisa dinikmati secara bebas oleh masyarakat luas beserta undangan. Mulai pukul 21.00, diperkirakan akan selesai dini hari sekitar pukul 03.00. Sementara aku, puas memotret dan wawancara, akhirnya pamit. Undur diri. Nonton wayang kulit? Pengin juga. Tapi, harus mengantar kawan pulang ke kosnya. Tak baik, pulang malam-malam. Apa kata tetangga? Hehe...

Sambil menyusuri gedung-gedung di kampus tercinta ini, ingatanku membayang pada gedungku sendiri. Fakultas yang lainnya berlomba-lomba mendirikan gedung baru, bagaimana dengan FTP? Boro-boro, gedung baru, jurusan saja masih belum terintegrasi dengan sempurna. Fakultas juga masih terpisah. Kemahasiswaan sudah mulai dipindah, akademik masih di gedung lama. Sementara jurusan TIP? Ruang kelas memang cukup luas. Tapi, LCD seringkali harus mengantri ketika ada mata kuliah bersamaan. Sudah mulai ada pembenahan, serta penambahan fasilitas buat mahasiswa. Tapi, sebenarnya yang lebih penting lagi bukan hal itu. Melainkan, peningkatan pada kualitas civitas akademikanya. Mulai dari mahasiswa, dosen selaku pendidik dan pengajar, serta pegawai dan karyawannya. Seluruhnya harus terintegrasi menciptakan kualitas yang bagus dalam fungsi tiga pilar. Yakni, aspek pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Percuma juga punya gedung bagus, jika kualitasnya jelek. Tapi, bukan berarti gedung juga jelek. Tegasnya, fasilitas juga harus dipertimbangkan agar ketiga aspek tersebut bisa terpenuhi dengan baik kualitasnya.

Oh, ya..Pikir saya lagi. Jika FTP punya gedung bagus seperti di FK itu, mahasiswanya bayar SPP berapa ya? Jangan-jangan jadi Rp 10 juta per semesternya? Wah-wah... Standar kedua fakultas ini cukup jauh jika hendak diperbandingkan. Jika mau komparasi, lebih baik dengan fakultas agrokompleks yang lainnya. Jangan FK, FIA, ataupun FE yang sebentar lagi juga hendak dilakukan peresmian. Dengar-dengar juga, PIS juga hendak melaksanakan peletakan batu pertama. Boleh juga, persaingan ini. Tapi, harapannya juga. Jangan sampai pembangunan gedung ini pada akhirnya membuat para penentu kebijakan, seperti dekan beralasan untuk menaikkan uang gedung mahasiswanya. Percuma juga kan? Mending kuliahnya outdoor saja, daripada di dalam kelas tapi tidak bisa membayar SPP...Setali tiga uang jadinya.


Regards,
Abhiem


Apa Favoritmu?

Posted by Ikatan Alumni TIP 2003 on Senin, Februari 11, 2008 , under | komentar (2)



Belakangan ini, dunia sastra, khususnya, dihebohkan oleh munculnya novel yang sungguh sangat fenomenal – mungkin teman-teman yang mengikuti perkembangan beritanya sudah tahu – Laskar Pelangi. Karya seorang karyawan PT Telkom yang sama sekali tidak pernah bergelut di bidang kepenulisan atau sastra sama sekali, Andrea Hirata. Sosok yang sampai kini tetap rendah hati, bersahaja, dan penuh dengan ide-ide luar biasa.


Sebenarnya, dulu sebelum novelnya meledak, profil Andrea sudah wara-wiri diulas di pelbagai media cetak maupun elektronik. Bahkan sempat diwawancarai Andy F Noya dalam Kick Andy di Metro TV. Namun, saya masih belum sepenuhnya bergeming. Hingga suatu saat, pada hari Sabtu, tanggal 26 Januari 2008 kemarin ketika berkunjung ke TB. Toga Mas, saya melihat tumpukan novel-novel best seller, ada Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor. Ada lagi novelnya Habiburrahman El Shirazy yang juga tak kalah fenomenal, Ayat-Ayat Cinta –bahkan sudah difilmkan oleh Hanung Bramantyo.

Terus terang, saya termasuk orang yang harus tahu dengan apa yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan orang. Padahal, saya sama sekali belum baca novelnya, meskipun masyarakat maupun media dengan penuh semangat membicarakan kedua novel yang so amazing ini. Maka, jadilah. Saya terkena ‘imbas’ hegemoni media yang dengan luar biasa mencitrakan novelnya sebagai yang terdepan, teratas, plus penuh dengan amanat. Bahkan, dikisahkan sampai ada yang menangis, tidak tidur semalaman, atau yang lebih heboh, seorang anak jadi sadar dengan pendidikannya hanya karena membaca Laskar Pelangi. Siapa yang tidak merinding dengar kisah seperti ini, oleh novel karya anak bangsa? Padahal pasca hadirnya novelis wanita yang mengumbar seksualitas, emansipasi, seperti Ayu Utami, Fira Basuki atau Dewi ‘Dee’ Lestari, seolah novel di Indonesia bercitra gelap dan dianggap ‘rendah’. Hingga kemudian marak chicklit dan teenlit yang disukai gadis-gadis remaja oleh keringanan ceritanya. Baru saya tahu, ternyata ada juga novel berkualitas yang laris di pasaran.

Setelah membaca dua-duanya, Laskar Pelangi dan Ayat-Ayat Cinta, baru saya tahu mengapa banyak orang sampai minta hingga difilmkan segala. Laskar Pelangi bertema besar tentang pendidikan, sedangkan Ayat-Ayat Cinta bertema besar keteguhan cinta yang ditulis dengan bahasa puitis, bersayap, dan mendayu-dayu. Bagi saya pribadi, Ayat-Ayat Cinta kurang begitu bagus. Maaf, sebelumnya jika ada yang langsung komplain. Bagaimana mungkin jika novel yang ditasbihkan sebagai novel terlaris pertama mengalahkan Harry Potter dibilang kurang begitu bagus? Namanya interpretasi bisa saja berbeda setiap orang. Bagi saya, Ayat-Ayat Cinta terlampau sempurna untuk ukuran manusia di bumi, dengan alur hidup tokoh utama yang di mata saya terlampau perfect (mana ada tokoh seperti Fahri di zaman sekarang yang serba beruntung dicintai oleh empat wanita sekaligus dan semuanya cantik-cantik?), dengan kondisi hidup yang dramatis – ingat, dijebak oleh wanita yang mengaku dihamili olehnya sehingga ia harus masuk penjara? Hm, selain itu, saya juga kurang begitu suka dengan gaya bahasa yang digunakan Kang Abik, panggilan akrab novelis ini, sebab terlampau transparan, tidak ada diksi yang menggoda, apalagi susunan kata lincah yang membuat efek emosional. Semuanya menjadi datar dan hambar, biasa saja. Meskipun begitu, karena oleh muatan dakwah Islaminya yang cukup kental, tidak terasa nuansa menggurui, novel ini tetap terbilang sebagai a must read book.

Lanjut ke Laskar Pelangi. Novel ini berkisah tentang persahabatan sepuluh orang di SD Muhammadiyah, daerah Belitong, yang selalu bersemangat dalam menempuh pendidikannya dan bercita-cita menjadi orang sukses. Bu guru Muslimah dan Pak Hanafi, sang kepala sekolah turut menempa pengetahuan anak-anak tersebut. Perlu diketahui, novel ini merupakan pengalaman hidup Andrea Hirata sendiri. Di sini, ia tidak banyak diceritakan, ia hanya berkisah tentang teman-temannya. Yang mengharukan, anak bernama Lintang – jeniusnya luar biasa – tetap bisa tertawa-tawa, meskipun menempuh jarak sejauh 80 kilometer pulang pergi hanya dengan mengayuh sepeda, lalu hanya sempat bernyanyi “Padamu Negeri” di akhir pelajaran sekolah karena telat. Ada lagi anak yang lainnya, yang tetap semangat meskipun kondisinya benar-benar kekurangan. Tapi, dari semuanya yang membuatku tiba-tiba berefleksi dan kontemplasi adalah ketika Lintang yang putus sekolah – padahal sebentar lagi ujian nasional SMP – sebab ayahnya meninggal. Ia menjadi figur penopang ekonomi keluarganya sehingga harus keluar sekolah, mencari penghidupan sendiri.

Tiba-tiba, aku tersadar oleh kondisi tersebut. Betapa tidak adilnya kondisi seperti ini. Saya seperti ditampar sekeras-kerasnya. Bisa jadi, di dekat kita, sebelah kost, di perkampungan kumuh, berdesak-desakan anak-anak kecil yang tidak bisa bersekolah dan menanti uluran tangan kita semua. Ketika membayangkan hal tersebut, tentu saja saya termasuk kaum yang diberikan keberuntungan luar biasa, mampu bersekolah, mulai dari SD, SMP, SMA, kemudian duduk di bangku kuliah. Sempat mengenyam bangku pendidikan, sementara jutaan anak-anak lain bekerja keras membanting tulang tanpa pernah tahu rasanya duduk diajar pelajaran Biologi, teori evolusi Darwin, teori ekonomi John Maynard Keynes, mengerti kisah inspiratif Hellen Keller, diagram Cartesian, menelusuri keindahan museum De Louvre, Madame Tussaud, memahami komponen listrik, semikonduktor, Coppernicus, postulat Newton, hingga berkelana menembus imaji padang sahara, Terusan Panama, segitiga Bermuda, atau Karl May yang asyik dengan senapan peraknya. Ah, dan apa yang bisa saya perbuat? Sudah saya pergunakan apa saja kesempatan yang telah diperoleh? Saya hanya duduk diam tanpa mengenal sepenuhnya hal tersebut. Padahal dengan kesempatan tersebut, saya seharusnya bersyukur lalu mengikuti pelajaran dengan riang gembira, tekun dengan pelajaran, meraih cita-cita setinggi langit.

Sekali lagi, saya merasa tertampar. Rasanya keberuntungan saya belum cukup untuk menembus semua itu. Bagaimana bisa saya yang diberi kemudahan dalam menuntut ilmu masih bermalas-malasan, tidak semangat? Bahkan, menghafal sebisanya? Kuliah hanya pada saat dibutuhkan, tidak mengerjakan tugas, ogah-ogahan mendengarkan pelajaran dosen. Sedangkan, yang lainnya malah sudah berjumpalitan bekerja siang malam demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Kondisi kontras ini membuat perut saya serasa diaduk. Munculnya novel ini seperti membuka pikiran saya bahwa pendidikan di Indonesia memang masih terlampau mewah bagi anak-anak miskin seperti mereka. Novel ini juga membuka mata saya bahwa jangan terlalu menjadi sosok individualis yang berlebihan.

Berkutat dengan pencarian kerja yang memaksa diri juga sebagai perwujudan hal tersebut. Terlebih lagi bekerja secara brutal tanpa memikirkan orang lain, apalagi masyarakat. Diri kita terlampau berharga untuk kita habiskan sendirian. Sudah sepatutnya kita juga sediakan waktu buat mereka yang membutuhkan, senyampang masih ada waktu, lebih baik tenaga, dan pikiran juga ada buat orang lain. Bahkan, dengan berpikiran seperti itu, juga akan mampu membuka rezeki kita dalam meraih pekerjaan yang diinginkan. Waduh, jadi seperti menggurui ya? Saya hanya curhat saja sesungguhnya. Kenapa sih kita seperti sibuk mencari identitas diri sendiri hingga dibutakan oleh kondisi sekitar kita? Cobalah lihat di sekitar kita dengan kondisi sosial yang perlu dengan uluran tangan. Pernah saya dulu mencoba terjun dalam bidang kesehatan, hanya saja kekurangan tenaga, sehingga akhirnya putus di tengah jalan. Banyak yang bisa dilakukan, semisal mengajar anak-anak kurang mampu atau terjun di dalamnya. Ah, saya hanya membayangkan saja. Jika satu orang dermawan tergerak karena membaca novel Laskar Pelangi ini. Dan, banyak sekali yang kemudian bakalan tergerak, pasti Indonesia tidak lama lagi bakal bangkit dari kemiskinan. Sungguh, novel yang mampu mencerahkan.

Terus, tujuannya tulisan ini apa? Maaf, jadi agak melantur. Nah, setelah saya baca keduanya, Laskar Pelangi memang lebih nampol. Bahasanya lugas, diksinya cantik, alurnya tidak terduga, dan yang penting membawa misi tentang pendidikan. Ternyata, anak kecil pun sudah sadar akan arti pentingnya pendidikan. Hampir mirip dengan film Denias Senandung Di Atas Awan. Hanya saja, novel ini bercerita tentang satu grup anak-anak dengan segala latar belakang dan kisah masing-masing. Di bagian ending novel juga diulas sekilas tentang profesi masing-masing anak kala sudah dewasa. Yang membuatku kaget bukan alang kepalang, ketika Ikal, panggilan Andrea Hirata, mendapati Lintang sedang bekerja sebagai sopir pengangkut barang. Astaganaga, sosok jenius itu, yang putus sekolah, yang mampu membungkam guru sekolah favorit dengan argumennya tentang cincin Newton saat lomba cerdas cermat, yang menjadi andalan SD Muhammadiyah, yang dicintai teman-teman sekolahnya, yang menggerakkan mimpi teman-temannya untuk selalu memiliki cita-cita setinggi langit, yang bekerja demi keluarganya, yang terseok-seok bersekolah dengan menempuh 40 kilometer, yang tetap tersenyum dalam kondisi sesulit apapun, yang ditangisi seluruh teman-temannya dan guru sekolah ketika berpamitan putus sekolah- rasanya membuatku harus trenyuh, tak tahu apalagi yang kuperbuat. Andai dia meneruskan sekolah, dengan otak cemerlangnya itu, ia pasti bisa jadi doktor, profesor yang berhati tulus, mulia dan berusaha memajukan pendidikan bangsanya ini demi kemaslahatan umat. Orang seperti itu jauh lebih punya nilai daripada wakil-wakil rakyat saat ini yang terlampau memuja dirinya, merasa penting, padahal tak ubahnya seperti tikus yang menggerogoti duit rakyat, mengkhianati amanah rakyat yang diembankan kepadanya. Lalu berjalan-jalan ke luar negeri, meminta fasilitas berlimpah, dan asyik tidur ketika rapat berlangsung. Potret buram majelis perpolitikan kita.

Simak kata-kata Lintang pada Ikal ketika mereka bertemu di salah sebuah toko serba ada di Jakarta. “Sudahlah, Ikal. Jangan menangis. Memang ini rezekiku, “ kata Lintang pada Ikal, lalu diusapnya air mata di pipi Ikal. Waktu itu, Ikal membayangkan, andai Lintang meneruskan sekolahnya, andai...hanya andai saja, sebab hal itu tak pernah terwujud, dan Lintang masih terseok dengan usahanya sebagai buruh, memeras keringat mengejar setoran. Ah..mereka orang pandai yang kurang beruntung.

Sungguh, teman-teman, jika ada yang suka membaca, silakan luangkan waktu untuk membaca novel ini, Laskar Pelangi. Salah sebuah novel yang mengguncang, memberikan amanat tentang pentingnya pendidikan. Seusai membaca ini, teman-teman akan tergerak untuk segera menyelesaikan pendidikan dan memberikan sesuatu yang bernilai demi kemajuan bangsanya. Atau, mungkin kalian malah punya novel sendiri yang bernilai untuk kehidupan sendiri? Atau, buku komik, atau yang lainnya? Apapun itu, yang jelas setiap apa yang kita baca, diharapkan mengandung nilai kebermanfaatan yang positif. Jangan sampai hanya mengandung kesia-siaan belaka tanpa ada yang bisa dipetik, diambil manfaatnya. Hanya teman-teman sendiri yang mampu menginterpretasikan, lalu memetik amanat yang terkandung.

Oleh : Bhima Priantoro